Layanan Cara Kerja Testimoni FAQ Tentang Artikel WhatsApp
Konsultasi Gratis
πŸ’‘ Cara & Tips Wajib Dibaca

7 Kesalahan Umum yang Bikin Press Release Ditolak Redaksi Media

Sudah susah payah menulis press release, tapi tidak pernah tayang? Kemungkinan besar Anda melakukan salah satu dari 7 kesalahan fatal ini β€” yang langsung dikenali dan ditolak oleh redaksi media nasional.

πŸ’‘ Perspektif dari Redaksi

Rata-rata redaktur media nasional menerima 50–200 press release setiap hari. Mereka hanya punya waktu beberapa detik untuk memutuskan apakah sebuah press release layak diterbitkan atau langsung masuk tong sampah. Artikel ini ditulis dari perspektif editor yang telah melihat ribuan press release β€” yang diterima maupun yang ditolak.

Mengapa Press Release Sering Ditolak?

Berdasarkan pengalaman mendistribusikan lebih dari 5.000 press release dan berdiskusi langsung dengan redaktur berbagai media nasional, ada pola yang sangat jelas: sebagian besar penolakan disebabkan oleh kesalahan yang sama, dilakukan berulang-ulang oleh pengirim yang berbeda.

Kabar baiknya β€” semua kesalahan ini bisa diperbaiki. Jika Anda menghindari 7 kesalahan berikut, peluang press release Anda diterima media meningkat drastis.

78%
Press release ditolak karena terlalu promosional
200+
Press release masuk ke redaksi setiap hari
5 detik
Waktu editor memutuskan layak terbit atau tidak

7 Kesalahan Fatal Press Release

1

Ditulis Seperti Iklan, Bukan Seperti Berita

πŸ”΄ Kesalahan Paling Umum β€” 78% Kasus Penolakan

Ini adalah penyebab penolakan nomor satu. Banyak penulis press release yang tanpa sadar menulis promosi β€” menggunakan kata-kata superlatif, klaim berlebihan, dan nada yang jelas-jelas berjualan. Redaktur langsung tahu mana press release dan mana iklan yang menyamar.

Press release harus ditulis dengan gaya jurnalistik yang objektif β€” menyampaikan fakta, bukan memuji. Jika Anda membaca ulang press release Anda dan terdengar seperti brosur, itu tanda bahaya.

"PT Maju Jaya dengan bangga mempersembahkan produk revolusioner terbaik di kelasnya yang pasti akan mengubah industri selamanya dan memberikan manfaat luar biasa bagi semua pelanggan setia kami."
"PT Maju Jaya meluncurkan platform pembayaran digital yang memungkinkan 64 juta UMKM menerima transaksi nontunai tanpa biaya pendaftaran, efektif mulai 1 April 2026."
2

Tidak Memiliki Nilai Berita yang Jelas

πŸ”΄ Pembunuh Kedua Terbesar

Redaktur bertanya satu pertanyaan sederhana: "Mengapa pembaca kami perlu tahu tentang ini?" Jika press release Anda tidak bisa menjawab pertanyaan itu dengan jelas, ia tidak akan diterbitkan β€” tidak peduli seberapa bagus tulisannya.

Nilai berita (newsworthiness) muncul dari: kebaruan, dampak besar, relevansi lokal, tokoh terkenal, konflik, keunikan, atau kedekatan dengan tren terkini. Press release yang hanya mengumumkan hal-hal biasa tanpa konteks yang lebih besar akan selalu kalah bersaing.

"PT ABC membuka kantor baru di Jakarta Selatan dan siap melayani pelanggan dengan sepenuh hati."
"PT ABC membuka kantor ke-10 di Jakarta Selatan sebagai bagian dari ekspansi ke 15 kota besar Indonesia pada 2026, menargetkan 500.000 pelanggan baru dalam 12 bulan ke depan."
3

Judul Lemah, Terlalu Panjang, atau Membingungkan

🟑 Penentu Nasib 5 Detik Pertama

Judul adalah satu-satunya kesempatan pertama Anda. Jika judul tidak menarik perhatian dalam 5 detik pertama, press release tidak akan dibaca lebih lanjut β€” tidak peduli seberapa bagus isinya.

Judul press release yang baik: maksimal 12 kata, menggunakan kata kerja aktif, langsung menyebut inti berita, dan tidak menggunakan jargon atau klaim berlebihan.

"Pengumuman Resmi Mengenai Peluncuran Produk Inovatif Terbaru Kami yang Telah Dinantikan Oleh Jutaan Masyarakat Indonesia"
"GoFinance Luncurkan Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan, Cair dalam 24 Jam"
4

Terlalu Panjang β€” Lebih dari 800 Kata

🟑 Sering Diremehkan

Press release bukan artikel blog atau white paper. Redaktur yang sibuk tidak punya waktu membaca essay panjang. Jika pesan Anda tidak bisa disampaikan dalam 400–600 kata, kemungkinan besar ada informasi yang tidak relevan dan perlu dipangkas.

Gunakan teknik piramida terbalik: informasi paling penting di paragraf pertama, detail pendukung di tengah, dan informasi latar belakang di bagian bawah. Jika redaktur memotong dari bagian bawah, konten terpenting tetap tersampaikan.

⚠️ Panduan Panjang Ideal

400–600 kata = Ideal. 600–800 kata = Masih bisa diterima. 800+ kata = Berisiko tinggi diabaikan.

5

Tidak Ada Kutipan Narasumber

🟑 Membuat Berita Terasa "Kering"

Press release tanpa kutipan terasa seperti laporan data, bukan berita. Kutipan dari CEO, direktur, atau tokoh relevan memberikan dimensi manusiawi pada berita Anda β€” dan ini sangat dicari redaktur karena memudahkan mereka menulis artikel yang lebih hidup.

Kutipan yang baik bukan sekadar pernyataan netral. Ia harus mengandung perspektif, keyakinan, atau insight yang tidak bisa disampaikan dalam bentuk fakta biasa. Hindari kutipan klise yang tidak bermakna.

"Kami sangat senang dan bangga dapat meluncurkan produk ini kepada pelanggan kami yang terhormat."
"Kami percaya bahwa akses ke layanan keuangan digital bukan lagi privilese β€” ini adalah hak setiap pelaku usaha kecil di Indonesia," ujar Budi Santoso, CEO GoFinance.
6

Mengirim ke Media yang Tidak Relevan

🟑 Buang Anggaran & Waktu

Mengirim press release produk kecantikan ke media teknologi, atau berita peluncuran aplikasi fintech ke media lifestyle, adalah pemborosan. Redaktur media akan langsung mengabaikan konten yang sama sekali tidak relevan dengan pembaca mereka.

Sebelum mendistribusikan, selalu tanyakan: "Apakah pembaca media ini akan peduli dengan berita ini?" Relevansi audiens adalah faktor terpenting dalam menentukan media mana yang dituju.

  • Produk fintech/teknologi β†’ Media bisnis dan teknologi
  • Produk FMCG/kecantikan β†’ Media lifestyle dan konsumen
  • Properti/real estate β†’ Media properti dan bisnis lokal
  • Kuliner/F&B β†’ Media gaya hidup dan bisnis UMKM
7

Informasi Kontak Tidak Lengkap atau Tidak Valid

🟒 Mudah Diperbaiki, Sering Diabaikan

Wartawan yang tertarik untuk menindaklanjuti atau melakukan konfirmasi fakta tidak bisa melakukannya jika kontak yang tertera tidak valid, tidak direspons, atau sama sekali tidak ada. Ini membuat press release langsung gugur dari pertimbangan penerbitan.

Bagian informasi kontak wajib mencakup: nama lengkap narahubung, jabatan, nomor telepon aktif (WhatsApp lebih baik), dan alamat email yang dipantau setiap hari. Pastikan semua kontak ini responsif selama minimal 7 hari setelah press release dikirim.

Narahubung: Sari Dewi | Marketing Manager | WhatsApp: 0812-XXXX-XXXX | sari@perusahaan.co.id | Tersedia Senin–Sabtu, 08.00–17.00 WIB

Checklist Wajib Sebelum Mengirim Press Release

Gunakan checklist ini setiap kali sebelum mendistribusikan press release untuk memastikan tidak ada kesalahan fatal yang terlewat:

  • βœ“Baca ulang dengan perspektif redaktur: apakah ini terdengar seperti berita atau iklan?
  • βœ“Judul maksimal 12 kata, menggunakan kata kerja aktif, langsung ke inti berita.
  • βœ“Lead paragraph menjawab 5W+1H dalam 2–3 kalimat pertama.
  • βœ“Panjang total 400–600 kata. Hapus semua kalimat yang tidak berkontribusi pada nilai berita.
  • βœ“Ada minimal satu kutipan narasumber yang bermakna dan mengandung perspektif nyata.
  • βœ“Ada minimal satu data atau angka spesifik yang mendukung klaim utama.
  • βœ“Media yang dituju relevan dengan industri dan audiens press release Anda.
  • βœ“Informasi kontak lengkap dan valid: nama, jabatan, nomor HP aktif, dan email.
  • βœ“Tidak ada kata-kata promosi berlebihan seperti "terbaik", "revolusioner", "terdepan", "luar biasa".
  • βœ“Boilerplate perusahaan sudah dicantumkan di bagian akhir.

FAQ Seputar Press Release yang Ditolak

Mengapa press release saya terus ditolak meski sudah mengikuti format? β–Ό
Format yang benar adalah syarat perlu, bukan syarat cukup. Press release juga harus memiliki nilai berita yang kuat dan relevan dengan pembaca media yang dituju. Coba evaluasi: apakah informasi dalam press release Anda benar-benar menarik bagi pembaca media tersebut? Jika tidak, fokuslah mencari angle berita yang lebih kuat sebelum mendistribusikan.
Apakah press release yang ditolak bisa diperbaiki dan dikirim ulang? β–Ό
Ya, tapi jangan kirim ulang ke media yang sama tanpa perubahan signifikan. Perbaiki angle berita, perketat judul, hilangkan bahasa promosi, dan tambahkan data yang lebih konkret. Jika memungkinkan, tunggu ada momen baru atau perkembangan terbaru yang bisa memperkuat nilai berita.
Bagaimana cara tahu apakah press release sudah terlalu promosional? β–Ό
Baca ulang press release Anda dan ganti nama perusahaan dengan nama kompetitor. Jika press release tetap masuk akal dan menarik dibaca, berarti kontennya cukup objektif. Jika terasa aneh karena terlalu banyak memuji brand Anda sendiri, itu tanda konten terlalu promosional.
Apakah menggunakan jasa press release profesional mengurangi risiko penolakan? β–Ό
Sangat signifikan. Tim editor profesional di jasapressrelease.co.id memahami standar editorial masing-masing media partner dan menulis press release yang sesuai dengan kriteria tersebut. Kami memiliki track record distribusi ke 100+ media dengan tingkat tayang yang sangat tinggi karena setiap press release melewati proses editorial ketat sebelum didistribusikan.

Tidak Mau Press Release Anda Ditolak?

Serahkan ke tim editor profesional kami. Setiap press release ditulis sesuai standar jurnalistik dan didistribusikan ke 100+ media nasional dalam 1x24 jam β€” dengan garansi tayang.

Dewi Pratiwi, S.I.Kom.
DP
Dewi Pratiwi, S.I.Kom.
Chief Editor & PR Strategist Β· jasapressrelease.co.id
πŸŽ“ Lulusan Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran (UNPAD)
βœ“ Penulis Terverifikasi

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (UNPAD) dengan pengalaman 8 tahun di industri media dan public relations. Telah membantu 500+ bisnis Indonesia membangun reputasi dan meningkatkan visibilitas digital melalui strategi press release yang terukur.

Artikel Terkait